Sunday, August 11, 2019

Komunitas Kreatif Prespektif Asset

Komunitas kreatif dalam perspektif perkembangan suatu daerah merupakan asset yang sangat penting. AJ Toynbee, seorang sejarawan modern mengistilahkan komunitas kreatif sebagai minoritas kreatif (creative minority). Demikian pentingnya hingga AJ Toynbee menyatakan bahwa komunitas minoritas kreatif bahkan dapat mempengaruhi perkembangan sebuah negara.

Bagi Toynbee, keberadaan minoritas kreatif menjadi sangat penting guna mendorong masyarakat dan komponen bangsa lainnya bergerak maju. Golongan ini nampak sebagai sosok yang hadir secara “alamiah” dalam masyarakat.

Komunitas Kreatif Prespektif Asset

Keberadaannya seperti halnya keberadaan organ vital di dalam tubuh makhluk hidup: alamiah sekaligus mutlak adanya untuk menopang kehidupan. Di samping bahwa kehadiran golongan ini bersifat alamiah, golongan kreatif juga perlu dibangun sebagai suatu pergerakan sistemik (kultural maupun struktural). Hal ini dimaksudkan agar peradaban tumbuh lebih maju, lebih punya nafas panjang, dan lebih inovatif (sehingga tidak timbul kebosanan dan stagnasi kebudayaan).

Sebagai pergerakan, maka istilah “minoritas” untuk menyebut golongan kreatif ini sebagaimana yang digunakan Toynbee—, perlu ditransformasikan ke dalam istilah “komunitas”. Istilah komunitas dimaksudkan agar golongan ini menyadari dan mengorganisir dirinya sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab pergerakan.

Pemahaman “komunitas kreatif” sebagai sekelompok orang (individu) dalam jumlah yang terbatas (kecil), yang memiliki maksud, nilai, keyakinan, dan kepentingan yang sama, yang memiliki kemampuan melahirkan sesuatu yang baru dan luar biasa (baik ide, cara, metode, tindakan, dan produk-produk lainnya), yang menjadi pelopor, kreator, inspirator, inovator, dan penggerak bagi lahirnya kebudayaan, kemajuan, pembaharuan, dan peradaban berdasarkan pendapat

Komunitas Kreatif Prespektif Asset

AJ Toynbee merupakan dasar bahwa pentingnya merawat keberadaan aktivitas kreatif sekaligus komunitas kreatif tersebut untuk selalu berkontribusi dalam membangun citra kota. Konsepsi komunitas kreatif berlandaskan pada kolektifitas terbatas, namun solid, mandiri, dan mampu bersinergi dengan masyarakat secara luas. Adapun dukungan pemerintah sebagai pemegang keputusan yang diperlukan dalam mempertahankan aktivitas kreatif berbasis komunitas dengan mengakomodasi gagasan-gagasan, mendukung secara teknis keberlangsungan aktivitas kreatif serta apresiasi dengan memberikan kesempatan dan membantu keberlangsungan kegiatan atau aktivitas kreatif secara kontinyu. Dengan demikian, city branding akan lebih mudah dirasakan oleh stakeholder dan memberikan efek positif sesuai dengan tujuan tertentu dari aktivasi city branding sebuah kota.
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post