Saturday, August 3, 2019

City Branding Secara Rinci

Menurut Anholt dalam Murfianti (2010:15), istilah branding adalah proses mendesain, merencanakan, dan mengkomunikasikan nama serta identitas dengan tujuan untuk membangun atau mengelola reputasi. City branding dapat dipandang sebagai pendekatan yang tepat untuk mempromosikan suatu tempat atau wilayah.


Jika kita melihat dunia sebagai pasar global dan suatu tempat wilayah merupakan sebuah produk atau perusahaan yang sedang bersaing dengan tempat atau wilayah lainnya, maka dapat dikatakan bahwa tempat atau wilayah tersebut layak untuk dikelola reputasinya melalui penguatan identitas wilayah tersebut dalam upaya untuk menjaga atau mempertahankan posisi ditengah persaingan

Pengertian lain dari city branding menurut Chaniago dalam Yuli (2011:60) adalah “Proses atau usaha membentuk merek dari suatu kota untuk mempermudah pemilik kota tersebut untuk memperkenalkan kotanya kepada target pasar investor, tourist, talent, event) kota tersebut dengan menggunakan kalimatpositioning, slogan, icon, dan berbagai media lainnya.”

Era globalisasi saat ini membuat persaingan citra dalam konteks city branding semakin ketat. Setiap kota berupaya membuat “merek’ baru yang berbeda dan memiliki daya tarik tertentu. Kota-kota sedang berebut perhatian melalui pencitraan visual dengan landmark tata kotanya, event, bahkan sikap kolektif dari masyarakatnya. Saat ini tantangan city branding tidak hanya bersifat lokal, namunjuga global. Kota-kota di dunia secara terbuka menujukkan konteks spesialisasi dari potensi yang dimilikinya.


Suatu city branding bukan hanya berwujud sebuah logo, slogan atau rangkaian kampanye promosi yang terpadu, namun city branding merupakan suatu gambaran dari pikiran, sikap, perasaan, asosiasi dan ekspektasi yang datang dari benak seseorang melihat atau mendengar sebuah nama, logo, produk layanan, event, ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya.

City branding merupakan rangkaian aktivitas terprogram yang harus didukung semua lapisan masyarakatnya. City branding memerlukan rangkaian kegiatan menciptakan, mengembangkan dan menunjukkan nilai citra kota yang secara merata harus didukung maksimal oleh masyarakatnya melalui aksi kebanggan pribadi maupun aksi kelompok yang berfokus pada nilai-nilai sebuah kota secara keseluruhan.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post