Wednesday, August 7, 2019

Aktivitas Kreatif sebagai Pendukung City Branding

Aktivitas kreatif dipahami sebagai kegiatan yang bersifat kreatif, unik, menarik serta mencerminkan citra positif. Aktivitas kreatif juga dapat menghasilkan produk di samping menghasilkan persepsi positif. Dalam konteks city branding, Aktivitas kreatif sangat dibutuhkan sebagai bentuk dukungan dalam gerakan city branding tersebut. Aktivitas kreatif dapat berupa event besar yang dibentuk oleh pemerintah kota yang berkolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat melalui program kerja pemerintah atau inisiatif kelompok masyarakat.

Aktivitas Kreatif sebagai Pendukung City Branding

Sesuai dengan pendapat Anholt (2006) pada hexagonal city branding, komponen penting dari 6 komponen city branding salah satunya adalah people. Yaitu bagaimana mengkondisikan masyarakat agar karakternya menyatu dengan city branding yang telah disepakati. Dalam hal ini bentuk riil dari mengungkapkan karakter masyarakat yang positif ini adalah dengan membentuk aktivitas kreatif.

Pemerintah kota sebagai “decision maker” program city branding berupaya merangkul elemen masyarakat agar terlibat dalam kegiatan aktivasi city branding yang terpadu.

Beberapa kota seperti Yogyakarta, Jember, dan Malang telah menerapkan aktivitas kreatif sebagai upaya strategis untuk mendukung city branding. Melalui kegiatan yang merupakan bentuk kolaborasi pemerintah kota dengan masyarakat, aktivitas kreatif dapat bertransformasi menjadi bentuk promosi kota yang akan berimbas kepada pencitraan kota dalam jangka panjang.

(Jember Fashion Carnival/JFC) merupakan contoh aktivitas kreatif yang dirancang untuk mendukung city branding kota Jember. Kegiatan tersebut saat ini telah menjadi icon kota Jember dan dapat disaksikan setiap tahun secara kontinyu. Aktivitas kreatif ini telah mengantarkan kota Jember ke dunia internasional.

Jember Fashion Carnival atau JFC merupakan event fashion yang melambangkan kreativitas anak muda di Kabupaten Jember. Ide ini digagas pertama kali oleh Dynand Fariz, seorang desainer fashion kelahiran Jember dan dilaksanakan pertama kali pada tanggal 1 Januari 2003. Pada tahun 2011 JFC genap berusia satu dekade (sepuluh tahun) dan kemudian berkembang menjadi event bertaraf nasional bahkan internasional karena memiliki beberapa keunikan antara lain:

Aktivitas Kreatif sebagai Pendukung City Branding

1. Para peserta yang tampil bukanlah seorang desainer, model, maupun penari profesional. Mereka justru datang dari berbagai kalangan seperti pelajar dan mahasiswa, pegawai swasta, duta, bahkan ibu rumah tangga.

2. Peserta yang tampil mendesain sendiri baju rancangannya dengan memanfaatkan bahan bekas pakai atau daur ulang.

3. Merupakan yang pertama di Indonesia dan belum pernah ada di kota lain, serta tampil di sebuah kota kecil yang relatif jauh dari ibu kota negara maupun ibu kota provinsi.Catwalk terpanjang di Indonesia (3,6 km) dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) diadakan secara rutin setiap tahun juga berpotensi dalam memperkuat pencitraan kota Yogyakarta sebagai Kota Seni dan Budaya dengan keyword “Yogya Istimewa”. Aktivitas kreatif seperti FKY tersebut juga merupakan investasi jangka panjang bagi kota Yogyakarta yang berimbas pada peningkatan kunjungan wisata dan banyaknya investor.

Festival Kesenian Yogyakarta merupakan festival gelaran seni bagi segala pertunjukkan maupun pameran seni dan budaya di Yogyakarta. Mulai dari seni tari, seni drama, seni musik, seni rupa, sastra, kriya serta beragam produk kerajinan, menjadi agenda menarik untuk disaksikan dan dikunjungi ketika perhelatan FKY berlangsung. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya antara bulan Juni dan Juli.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post