Saturday, March 24, 2018

Doa dan Harapan Saja, Tidak Cukup


Pada malam pergantian tahun kemarin, saya melihat di banyak tempat, banyak orang menyambut kedatangan tahun 2014 dengan gegap gempita. Seiring kedatangannya, banyak sudah doa dan harapan ditumpahkan.

Ekspresinya, hingga hari keenam, masih banyak yang menulis seputar tahun baru di status BBM, YM, dan media sosial lain. Semua berharap, tahun 2014 lebih baik dari sebelumnya.

Mencermati hal ini, perlu sedikit kita telaah, apakah sudah pantas kita berharap banyak pada kesuksesan yang akan kita peroleh tahun 2014?

Kesuksesan tentu tidak akan hadir di kehidupan kita, jika hanya bermodalkan banyak doa dan harapan. Doa jelas diperlukan. Harapan, tentu semua orang sah dan boleh mempunyai harapan. Bahkan harapan harus selalu dipunyai oleh setiap kita, agar hidup penuh dengan semangat. Akan tetapi, kurang bijak juga apabila dua unsur tersebut saja yang digeber, sementara usaha dan kerja keras belum dilaku kan.

Apa firman Allah SWT soal ini? Sepanjang saya tahu, tidak ada perintah untuk banyak berdoa dalam Al -Quran. Yang ada adalah perintah berzikir sebanyak-banyaknya.

Coba kita simak yang ini, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah. Zikir dengan sebanyak-banyaknya”. (QS Al-Ahzab: 41)

Hal ini untuk meluruskan kita yang suka banyak berdoa, bahkan harapan, tetapi kurang berusaha. Jika hal itu yang terjadi, sebenarnya kita kurang menghargai karunia Allah yang telah diberikan kepada kita untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan.

Mengapa kita diperintah banyak zikir dibandingkan banyak berdoa? Doa, identik dengan minta tolong. Orang yang suka minta tolong, justru akan memperlemah daya juangnya sendiri. Sebaliknya, orang yang banyak zikir mengingat Allah, bakal lebih menguatkan daya juangnya.

Dalam zikir sebenarnya terkandung doa meminta tolong dan perlindungan-Nya. Tetapi, tidak semata-mata diungkapkan sebagai permintaan tolong yang berkepanjangan. Allah sudah menganugerahi kita berupa kecerdasan, ilmu pengetahuan, kekuatan fisik, dan sebagainya, yang harus banyak kita gunakan untuk tercapainya doa dan harapan kita.

Sudahkah kita optimalkan?
Patut pula kita perhatikan pesan Albert Einstein, “Hanya orang gila saja yang mengharapkan hasil yang berbeda, tetapi ia menggunakan cara-cara yang sama.”

Dulu, ketika pertama kali saya baca kalimat ini, ada rasa tersinggung juga di hati saya. Mosok saya seperti orang gila? Namun setelah saya cermati lagi, saya setuju dengan pesan Albert Einstein tersebut. Bagi kita yang mengharapkan kesuksesan, hendaknya terus berusaha melaku kan sesuatu yang baru untuk menyempurnakan cara-cara yang lama.

Jelaslah sudah, kini, doa dan harapan saja tidak cukup untuk menggapai hasil maksimal. Tidak juga cukup bermodal semangat. Diperlukan aksi-aksi baru.

Janganlah kita termasuk orang pemalas yang hanya berharap, tapi tidak mau berkeringat. Maunya hasil yang berkualitas, namun tidak mau melakukan cara-cara yang cerdas. Segeralah temukan perbaikan atas cara lama yang sudah kita lakukan selama ini. Dan tanpa menunggu waktu lama, lakukan aksi-aksi baru. Selamat berjuang.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post