Wednesday, March 7, 2018

CatatanUmroh 2014 (4): Tangis Saat Azan Subuh Berkumandang


UmroHijrah - Hari kedua di Madinah tidak saya lewatkan begitu saja untuk mengunjungi beberapa tempat penting di kotanya Rasulullah. Selain sholat dan berdoa di Raudhah, berziarah ke makam Rasulullah dan sahabat beliau, masih banyak lagi tempat yang sayang kalau dilewatkan.

Kota Madinah benar-benar diberkahi Allah. Banyak keistimewaan yang Allah berikan. Nabi bersabda, Barangsiapa memasuki kota Madinah akan dibersihkan dari segala dosanya, seperti sebutir padi yang terkelupas kulitnya, sehingga yang tertinggal adalah sebutir beras yang putih bersih.

Sungguh istimewa, bukan? Itu baru memasuki, belum melakukan apaapa. Itulah salah satu jamuan bagi tamu-tamu Allah dan Rasulullah. Kelak menjelang Hari Kiamat tiba, seluruh kota di dunia ini akan dihancurkan oleh Dajjal. Hanya ada dua kota yang dilindungi Allah, yakni Makkah dan Madinah. Allah akan memerintahkan para malaikatnya untuk berbaris menjaga setiap sudut kota, hingga Dajjal tidak akan mampu memasukinya.

Sehabis Sholat Subuh kemarin, saya manfaatkan untuk berziarah ke Kompleks Makam Baqi. Letaknya tidak jauh dari Masjid Nabawi, hanya sekitar 200 meter. Di situlah makam sahabat Rasulullah, Usman bin Affan beserta istri-istri dan anak-anak beliau. Tak kurang dari 10 ribu sahabat Rasulullah juga dikubur di sana.

Kuburan Baqi sangat berbeda jika dibanding dengan kuburan di Tanah Air. Makamnya hanya gundukan tanah, tanpa ada papan nama, apalagi dibangun dengan nisan yang bagus.

Rasulullah memberikan keistimewaan bagi siapa saja yang meninggal dunia di Madinah, termasuk jamaah haji atau umroh. Sungguh sangat beruntung siapa saja yang meninggal di Madinah, karena Rasulullah menjamin, akan memberi syafaatnya kelak di Hari Akhir.

Sebelum dikubur pun, jamaah haji mendapat perlakuan istimewa, yakni disholatkan oleh ratusan ribu jamaah haji atau umroh yang sedang sholat di Masjid Nabawi. Tidak aneh, banyak jamaah yang berdoa, jika kelak dicabut nyawanya, memohon pada Allah ketika sedang pergi haji atau umroh.

Tulisan ini terhenti, karena ada SMS masuk ke Blackberry saya. Ketika saya membaca isi SMS, tak kuasa saya langsung menangis dan bersujud syukur. Di saat yang sama, azan Subuh berkumandang, makin menjadi tangis saya.

“Ya Allah, Engkau selalu memberi apa yang aku minta, padahal aku hamba-Mu yang berlumur dosa dan kurang bersyukur atas nikmat yang Kauberikan. Matur nuwun, ya Allah.”
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post