Saturday, March 3, 2018

Catatan Umroh 2014 (8): Saatnya Kembali ke Tanah Air


UmroHijrah - Hari ini hari terakhir jatah saya di Makkah. Nanti pada pukul 09.00, saya akan segera bergeser ke Jeddah, dan malamnya, pada 19.40 terbang kembali ke Jakarta. Tadi pagi, saya bangun pukul 03.00 lantas mandi dan bergegas ke Masjidil Haram. Segera saya cari tempat yang nyaman dan dekat dengan Kakbah untuk Tahajud. Setelah Tahajud, segera saya ambil posisi untuk tawaf wada’, artinya tawaf perpisahan. Saya nikmati betul tawaf terakhir. Berbeda dengan dua kali tawaf ketika saya umroh kemarin yang ingin segera selesai, ada perasaan berat apalagi ketika berdoa sebelum beranjak dari Hijir Ismail.

“Ya Allah, terima kasih atas semua nikmat dan anugerah yang selalu Engkau limpahkan kepadaku dan keluargaku. Sungguh, hanya atas kemurahan-Mu aku bisa bersujud di depan Kakbah-Mu ini. Terima kasih atas sajian dan jamuan-Mu selama aku di Tanah Suci-Mu, Makkah dan Madinah.”

“Ya Allah, semua doa dan hajatku telah aku haturkan kepada-Mu. Juga hajat dan doa yang telah dititipkan oleh teman, sahabat, dan keluargaku. Jika dengan itu Engkau makin cinta kepada kami, bantulah kami. Jika dengan itu kami makin bermanfaat untuk orang banyak, wujudkanlah, ya Allah. Namun, apabila dengan semua hajat itu, kami makin menjauh dari-Mu, maka berilah petunjuk-Mu, ya Allah. Jangan tinggalkan kami.”


“Ya Allah, saatnya kini aku harus kembali ke rumahku. Janganlah Kau jadikan ini kunjungan terakhirku. Ya Allah, mudahkanlah aku untuk datang kembali ke rumah-Mu ini dengan keluargaku, anak, dan cucuku. Mudahkanlah pula bagi teman, sahabat, dan keluargaku yang belum bisa berkunjung ke rumah-Mu ini. Berkahi dan lapangkanlah rezeki mereka. Sampaikanlah salam dan sholawat untuk Rasulmu, Muhammad SAW dan keluarga beliau. Walhamdulillaahi robbil alamin.”
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post