Tuesday, March 6, 2018

Catatan Umroh 2014 (5): Jalan Menjadi Penghapal Al-Quran Mulai Terbuka


UmroHijrah - Hari ketiga di Madinah saya manfaatkan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Madinah. Keistimewaan Kota Madinah tidak hanya karena Masjid Nabawi. Banyak tempat bersejarah yang tersebar di sekitar Kota Madinah. Semua mempunyai nilai sejarah dan keistimewaan tersendiri. Di antaranya adalah Masjid Quba dan Masjid Qiblatain.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah. Masjid ini dibangun pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi oleh Rasulullah dan para sahabat saat hijrah dari Makkah ke Madinah.

Keistimewaan Masjid Quba, Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengambil wudhu di rumahnya dan mendirikan sholat di dalamnya maka ganjarannya sama dengan umroh”.

Dahulu, para penduduk Madinah mengadu kepada Rasulullah kalau penduduk Makkah sangat beruntung bisa umroh setiap saat, sedangkan penduduk Madinah tidak bisa karena jarak yang jauh ke Makkah. Rasulullah lalu memberi hadiah kepada penduduk Madinah dengan keistimewaan Masjid Quba tadi.

Usai dari Masjid Quba, saya berlanjut ke Masjid Qiblatain. Masjid ini berada di Jalan Khalid bin Al-Walid, sebelah barat laut Kota Madinah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah, di dekat Istana Raja.

Dahulu, arah kiblat Masjid Qiblatain menghadap ke Masjidil Aqsa. Pada tahun kedua Hijriyah, turunlah perintah Allah untuk mengubah arah kiblat ke Masjidil Haram (Al-Baqarah: 96).

Kemarin adalah kesempatan terakhir Sholat Subuh di Masjid Nabawi. Sudah saya siapkan 3 buah mushaf Al-Quran untuk saya wakafkan ke Masjid Nabawi. Wakaf 3 buah mushaf di sana bernilai 3.000 mushaf di Tanah Air.

Ketika saya meletakkan mushaf tersebut, saya berdoa mudah-mudahan ketiga anak saya kelak bisa umroh dan haji ke Tanah Suci, sehingga bisa mendatangi Kota Madinah juga.

Secara khusus, saya juga berdoa, semoga cita-cita Wening, anak pertama saya untuk kuliah di Madinah diberi jalan oleh Allah. Subhanallah, begitu masuk ke masjid, saya laksanakan beberapa sholat sunah, mulai Sholat Taubat, Sholat Tasbih, dan Sholat Hajat. Saya menutupnya dengan doa.

Setelah itu, sambil menunggu azan Subuh berkumandang, saya menulis artikel keempat saya selama di Tanah Suci. Subhanallah, sesaat sebelum azan ada SMS masuk dari Darul Quran Cikarang yang menginformasikan bahwa Wening diterima masuk ke Darul Quran. Seketika itu, saya bersujud syukur dan menangis sejadi-jadinya. Ternyata Allah mengabulkan hajat kami sekeluarga agar Wening bisa belajar di Darul Quran.

Bayangan akan ada anak saya yang merintis jadi penghapal Al-Quran semakin jelas. Wening sudah bercita-cita ingin menjadi kebanggaan orangtua dan semua keluarga. Mudah-mudahan Allah memberimu umur panjang, kesehatan, dan kemampuan untuk mewujudkan citacita muliamu, ya Nduk. Amin ya robbal alamin.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post