Friday, March 9, 2018

Catatan Umroh 2014 (2): Ujian Kesabaran di Bandara Jeddah


UmroHijrah - Setelah mengalami penundaan selama 45 menit, pukul 12.30, pesawat yang akan membawa saya ke Jeddah akhirnya berangkat. Penerbangan panjang Jakarta-Jeddah memakan waktu sekitar 9,5 jam. Cuaca selama perjalanan sedikit berawan, sehingga beberapa kali mengalami turbulance. Pada pukul 18.00 waktu Jeddah atau 22.00 WIB, pesawat mendarat di Bandara King Abdul Aziz.

Ujian kedua dimulai. Kami harus menunggu lama sebelum pemerik saan dokumen. Di imigrasi Jeddah memang terkenal paling menjengkelkan. Petugas sering memeriksa sesuka mereka. Tak heran jika di bandara bisa menunggu hingga 3-4 jam. Lamanya menunggu saya manfaatkan untuk menulis. Apa itu umrohdan mengapa banyak orang rela membayar mahal dan melakukan perjalanan jauh yang melelahkan untuk umroh? Tidak lain, karena ingin memenuhi undangan Allah. Bagi yang pernah pergi haji atau umroh pasti suatu saat ingin kembali lagi.

Mereka pasti rindu akan suasana Kota Madinah dan Makkah. Rindu untuk bisa bersujud di masjid Rasulullah, yakni Masjid Nabawi. Apalagi bisa berada di antara mimbar dan tempat imam yang Rasulullah sebut sebagai Raudhah, taman surga. Tempat yang apabila seseorang berdoa di situ, niscaya akan dikabulkan apa yang menjadi doanya. Dari bahasa, umroh berarti ziarah atau mengunjungi. Maksudnya adalah mengunjungi dua Kota Suci yang ada di Saudi, yakni Madinah dan Makkah. Dua Kota Suci ini masing-masing mempunyai keistimewaan. Madinah dengan Masjid Nabawi dan makam Rasulullah, sedang Makkah dengan Masjidil Haram dan Kakbah.

Apa kegiatan yang dilakukan selama di Madinah? Kegiatan utamanya adalah sholat di Masjid Nabawi, juga menziarahi makam Rasulullah dan dua sahabat beliau yang makamnya berada di dekat beliau, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khathab. Dua kegiatan ini mempunyai keistimewaan luar biasa. Sholat di masjid Nabawi sama dengan 1000 kali sholat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.

Sementara menziarahi makam Rasulullah juga mempunyai keutamaan. Keutamaannya sama seperti menjumpai Rasulullah ketika beliau masih hidup, juga akan mendapat jaminan syafaat ketika nanti di Hari Kiamat. Siapa yang tidak menginginkan itu?

Jam di tangan saya menunjukkan pukul 01.00 WIB, berarti saya sudah menunggu 3 jam. Namun, belum ada tanda-tanda pemeriksaan dokumen akan dimulai. Mata sudah sangat mengantuk, karena masih terbawa waktu di Tanah Air. Saya hendak mencari kursi yang bisa untuk merebahkan badan. Siapa tahu bisa tidur sampai dibangunkan ketua rombongan saya nanti.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post